5 Days Precious Trip To Khatulistiwa

Akhirnya berkesempatan mengunjungi Pulau Borneo, tepatnya West Borneo, Pontianak.

25-29 November 2010,melewati  Pontianak-Singkawang-Serukam

Buatku itu bukan sekedar sebuah pengalaman baru, tapi juga sebuah perjalanan spiritual dan kemanusiaan yang membuat kita semakin memahami tentang kehidupan, tidak hanya sekedar berkutat tentang I , me , my self and mine *tumbenan bener ngomongnya :p*

Banyak hal yang pengen dibagikan dan diceritakan, tentang 5 hari yang sungguh aku syukuri bisa melewatinya.

1. Selayang pandang tentang Pontianak Singkawang and Serukam

2. Sinergi iman dan ilmu

3. Wisata di Pontianak

4. Tuhan tidak akan menuntut lebih dari yang Dia percayakan

5. The Calling

I wanna share it with others, not just mine. *cik Yanlie, finally selesai juga cerita ttg trip kita kemaren, maaf yah baru kelar sekarang heheheh…. maklum sok sibuk cik :p *

The Calling

Entah, aku sendiri ga bisa menjelaskan definisi dari kata panggilan hidup (The Calling), yang ku tahu panggilah hidup setiap orang adalah for God to be glory, but which way we have to choose to realease it?

Tiap orang punya panggilannya masing2, ada yang jadi guru, jadi dokter, jadi perawat, jadi pendeta, jadi full timer and so on

Tiap orang punya panggilan hidupnya masing-masing dimana dia akan mengabdi dan konsen. And sometimes we couldnt predict where we belong to follow our calling. Demikian juga, awal perintisan Rumah Sakit Bethesda ini, siap yang mampu menduga akan ada rumah sakit di tengah hutan, jauh dari peradaban?

Dan, coba pikirkan, sapa yang dengan rela hati masuk ke hutan, harus berhadapan dengan suku pedalaman yang masih kental dengan unsur-unusr mistis, tidak ada fasilitas, tidak ada jaminan keselamatan bisa keluar hidup-hidup dari hutan.

BUT….

Ada keluarga di belahan dunia sana yang panggilan hidupnya adalah untuk Borneo, pulau yang mereka sendiri tidak tahu itu berada dimana? Bagaimana keadaannya? Seperti apa orang-orangnya?

Yeah,keluarga missionaris dari Amerika. Seharusnya mereka akan ditugaskan ke Afrika, but karena disana sedang terjadi pemberontakan dan keadaan sedang tidak aman, so mereka dialihkan ke Borneo , Indonesia.

Pada Februari  1964 akhirnya mendapat ijin untuk praktek dan tinggal di Indonesia,setelah sebelumnya ditolak permohonannya, karena Amerika mendapat citra yang buruk waktu itu karena politik Indonesia berkiblat ke China dan Rusia.

“Trima kasih , Tuhan….Jalan mulai terbuka…”, bisik istri saya dalam doa dengan tangis dan suara yang tertahan sukacita yang penuh gelora. Kami berdua bertatapan lama, sebelum air mata bahagia kami tumpah. Keajaiban selalau seperti air yang mengalir mencari jalannya sendiri. Kita manusia terkadang merancang dengan amat congkak aliran ait itu. Dan kelak kita sadar, bahwa kita tak cukup mampu melakukan itu. Keajaiban adalah tangan Tuhan yang mampu bekerja sendiri tanpa campur tangan kita yang serba terbatas *dikutip dari buku Dalam Mujizat Tuhan page 15*

Memulai dengan mempelajari bahasa Indonesia beberapa lama, kemudian masuk ke Kalimantan, berhadapan dengan pemerintah. Masuk ke hutan dan suku pedalaman yang masih terikat  perdukunan yg sudah mengakar, dan tidak mengenal praktek kesehatan. Dengan standart hidup baik ekonomi maupun kesehatan yang rendah, angka kematian ibu melahirkan dan bayinya yang dilahirkan cukup tinggi, karena penanganan yang tidak tepat. Dan kepercayaan terhadap roh2 nenek moyang dan benda-benda yang sangat mengakar dalam kehidupan mereka. Penolakan terhadap budaya baru dan juga praktek kesehatan. Dan tetap tinggal ketika ada kerusuhan antar suku dayak-madura, untuk membantu mereka yang terluka walopun memungkinkan untuk kehilangan nyawanya kapan saja, pemulangan ke negeri asal oleh pemerintah, sulitnya ijin praktek di Indonesia. Itu sedikit tentang perjuangan mereka…dan masih panjang perjuangan itu, hingga sekarang berdirilah RSUB Bethesda di Serukam, di daerah yang jauh dari peradaban.*kalo ada yang mau baca kisah lengkapnya, aku punya bukunya judulnya Dalam Mujizat Tuhan, buku ini dibuat untuk memperingati 45 tahun pelayanan keluarga misionaris ini, ga dijual di toko buku*

Yups….sebuah pengorbanan yg tidak sedikit dan tidak singkat, namun dijalani dengan sepenuh hati. Itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah panggilan. Dan suatu keberuntungan buat kami, ketika kami kesana kemaren kami masih bisa bertemu dengan mereka yang lebih akrab kami panggil opa dan oma. *Thanx God buat kesempatan bertemu orang-orang luar biasa seperti mereka*


Sekarang opa sama oma udah berusia 70 something lah, but mereka masih mengabdikan hidup buat borneo, khususnya serukam dan daerah pedalaman di sekitarnya.

[OOT] Oma sama opa, walopun udah tua romantis banget deh.jadi kejadiannya pas kita lagi sarapan di restoran.

opa: Tadi oma pesan apa?

oma: Sepertinya oma tadi pesan roti bakar keju dan susu. Tapi kenapa tidak ada susunya, cuma keju saja

opa: oma tidak perlu pakai susu, oma sudah manis

oma: *senyum malu* argh…opa ini bisa saja *sambil nyubit opa ^^*

*aih mesra sekali oma sama opa ini :D*



Sinergi Iman dan Ilmu

Sometimes Iman dan ilmu jadi 2 hal yang terasa sangat bertentangan satu dengan yang lain dalam pengaplikasiannya.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yg tidak/ belom kita lihat

Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya *Based on wikipedia*

So,2 hal ini terlihat nampak bertolak belakang.mungkin contoh ekstrimnya seperti ini:
Iman : Yah percaya aja, tar Tuhan pasti tolong kok.
Ilmu : Harus ada buktinya, baru percaya.

But, iman dan ilmu itu bukan 2 hal yang saling berlawanan,dan perlu dipertentangkan.Keduanya saling melengkapi.Ada bagian2 dalam hidup yang memang harus dikerjakan dengan dasar ilmu, dengan pembuktian dan fakta. But sampai batasan tertentu, yang kita tidak mampu jangkau…maka iman adalah hal yg mampu menyelamatkanmu.

Misalnya:Keberadaan Tuhan itu masuk akal, namun tidak hanya masuk akal tapi juga melampaui akal, melampaui apa yg dapat kita cerna, melampaui dari apa yg mampu kita lihat dan jelaskan. Disaat yang demikian, pakailah imanmu.

Di Bible dibilang “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” (Yakobus 2:26)
So, wujudkan apa yg kamu imani dengan perbuatanmu

And lucky Iam,  kemaren kita diberi kesempatan untuk menshare kan sedikit apa yg kita bisa.Kita buat pelatihan open office buat para staff rumah sakit yang jarang/ga pernah pegang komputer ,awam bangetlah ttg komputer. Open office itu semacam Microsoft office. Bedanya ini open source dan gratis, adan as long as now jarang kena virus.

Kenapa memakai open office?
Yah, sebagai RS swasta yang mandiri, tanpa ada bantuan dari pemerintah dengan misi membantu orang-orang di sekitar pasti ada keterbatasan dana, dan pengalokasian dana untuk hal2 yg lebih penting. So? klo untuk kegiatan administrasi bisa make yg gratis , kenapa harus memakai software yang harus bayar lisensi yang tentu saja sangat mahal?
Dananya akan lebih bermanfaat kalo digunakan untuk membeli peralatan yang mendukung kegiatan rumah sakit dan para pasien, atau mungkin juga alat2 operasi.

Bukan hal yg gampang ngajarin para staff ini, yang untuk mengetik aja mereka masih kesusahan, apalagi harus memakai aplikasi baru, yang berbeda dengan yang biasa dipakai.
Huhf…butuh kesabaran extra…alon-alon waton kelakon deh intinya….
But it’s okay, selama seharian kita berkutat dengan open office.
Secara garis besar, Open Office itu hampir sama kayak Microsoft Office, dengan sedikit tampilan yang berbeda.
Kalo mau compare2in antara Open Office dan Microsoft Office, gini neh:
[Open Office]Math : Microsoft Equation Editor
[Open Office]Draw : Coreldraw
[Open Office]Calc : Microsoft Excel
[Open Office]Base : Microsoft Access
[Open Office]Writer Microsoft: Microsoft Word
[Open Office]Impress: Microsoft Power Point

Trus juga share tentang cara make komputer dan internet sama anak2 asrama di Singkawang. Jadi anak2 ini berasal dari daerah2 terpencil di sekitar Singkawang. Mereka ke Singkawang buat sekolah *rata2 masih pada SMP apa SMA* soalnya di daerah mereka ga ada sekolahan SMP apa SMA, makanya mereka ke Singkawang. Nah asrama ini sengaja di bangun buat bantuin mereka, biar mereka punya tempat tinggal dan ada yang mengawasi. Tahulah pergaulan anak sekarang kalo nggak diawasin. Yah dengan asrama ini , paling ga ortu mereka merasa sedikit tenang, dan pengeluarn mereka ga terlalu besar, soalnya walopun bayar, tapi murah banget bayarnya.

Kami juga belajarnya dadakan kok, beberapa hari sebelom berangkat ke Pontianak.Sebenarnya ini bukan pengatahuan yang wah…dan aku yakin semuanya kita pasti bisa. But, dari sedikit apa yang kita bisa, klo itu bisa disharekan sama orang laen, dan bisa blessed others, why not we shared it, even just little thing?

Iman dan ilmu akan selalu jadi bagian hidup kita,bukan untuk dipertentangkan tapi perlu disinergikan,sehingga saling melengkapi dan be blessed for your self and others:)