A gift From A Friend #ThankMenrie ^^

Pagi ini saya dapat “kado” menarik dari temen saya.
Dia ini, temen saya dari jaman kuliah di Bandung. Walopun beda jurusan, tapi kami berada di organisasi kerohanian yang sama sebagai pengurus selama 2 tahun, di kepanitiaan, dan kita juga memang dekat, sharing2, curhat2 dan pastinya tahu benar kisah hidup saya selama di kampus.
Setelah udah bekerja, komunikasi jadi agak susah, lama ga ngobrol, tapi kami akan selalu nyambung kalo kami ketemu lagi dan ngobrol2.
Masih inget dulu, saya yang encourage dia untuk buat blog, dan dibuatlah blognya yang dulu, tapi baru beberapa postingan udah berjaring laba2 blognya…eh ternyata lupa passwordnya hehehhe…*kebiasaan deh*
Dan pas punya blog baru, dia ngabarin *ah baru 2 bulan postingannya udah banyak, rajinan si nona ini ngeblog daripada saya T.T * so, jadi tahu perkembangan hidup masing2 dari blog.
Kalo kalian baca blognya, kalian akan tahulah seorang seperti apa temen saya ini…yang pasti dia ini salah satu temen yang saya kagumi karakternya : kesabarannya, keibuannya,ketaatannya, dan kejujurannya *bukan sekedar promo loh, I really mean it *. Klo dicompare sama saya….jauhlahh…saya buminya dia langitnya 😀

Dan hari ini saya baca postingan dia, terharu dan sangat dikuatkan….
Awalnya merasa geer sih, sepertinya postingan ini buat saya….daripada geer mending ditanyain, dan benar..postingan ini buat saya *thankyou*
walopun kita beda kota, udah lama ga ketemu face to face, but she keep encourage me with her blog posting.
Thanks Menriani Damanik , it gives me strength dan saya diteguhkan dan diingatkan kembali betapa baiknya Tuhan itu, salah satunya adalah saya dikelilingi oleh orang-orang yang care dan mengasihi saya 🙂

Dan ini dia postingannya menrie, yang mampu buat saya berkaca-kaca terharu dan sangat dikuatkan… *so sweetlah*

Biarkan Pria itu Pergi

 

Dear sahabatku…

Aku memahami bagaimana hancurnya hatimu ketika suatu hubungan harus berakhir. Aku tahu bagaimana sulitnya berjuang untuk menata hati dan bangkit kembali.

Ada satu doa yang kudapat dari buku tua, yang malah tak bisa kutemukan lagi. Walaupun cenderung pro dan kontra, tapi aku tak memusingkan itu. Doa ini yang menguatkan setiap kali aku patah hati atau terluka karena pria, dan inilah kutipannya:

‘’Saya ingat bertemu dengan seorang pria beberapa waktu lalu. Dia benar – benar memenuhi sgala kriteria pria idaman. Jadi, saya menyerahkan dia pada Allah dalam doa. Doa saya secara spesifik mencakup: ‘Tuhan, andaikan pria ini yang Engkau pilih bagi saya, saya mohon Engkau berbicara padanya mengenai saya seperti yang Engkau katakan pada Yusuf mengenai Maria. Tetapi, andaikan ia bukan jodoh saya dan tidak memiliki hati yang benar terhadap saya, maka saya mohon Engkau menyingkirkan dia dari hidupku. Saya mohon Engkau membuang dia jauh – jauh hingga saya tidak bisa menemukannya bila saya mencarinya!

Tidak lama setelah itu, pria tersebut lenyap begitu saja bagai ditelan oleh angin! Saya sangat kecewa hingga Allah mengingatkan saya itulah yang saya pinta padaNya jika pikiran pria itu terhadap saya tidak baik.

Jadi, anda mengerti, bukan tugas kita untuk memilih dan memisahkan pria yang kemungkinan adalah jodoh kita. Roh Allah yang akan melakukannya. Jika anda benar- benar hidup dalam komitmen pada Tuhan, maka orang yang tidak hidup bagi Tuhan tidak dapat tinggal dekat dengan anda. Kecuali hasrat dan hatinya sesuai dan semakin mendekat pada Allah, dia pasti tidak bisa tidak tertarik pada anda.

Jangan memperumit masalah, biarkan hidup anda berjalan sebagaimana mestinya bagi anda. Ketahuilah, apa yang tampak seperti penolakan dari pihak pria, sebenarnya adalah cara dan perlindungan dari Allah’’

-Be Brave and Face The Life-

* Biarkan pria itu pergi, bersiaplah untuk orang yang pantas mendapatkanmu

Diamini semua isi postingannya 🙂

Advertisements

Be Brave Face The Life

Ada sebuah berita, ada seorang pemuda yang karena ditolak cintanya, dia mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri ke kereta api yang lagi lewat.
Komen dari beberapa temen yang baca berita itu “gila berani banget bunuh diri pake cara itu, kan sakit”

Sebenarnya miris sih dengarnya, tapi to be honest, kadang dalam state tertetu kehidupan saya, saya pernah berpikir Menghadapi hidup itu lebih berat dibandingkan menghadapi kematian *berasa udah pernah mati aja,* perlu keberanian dan ketangguhan.
Beberapa tahun yang lalu di jejaring sosial saya pernah menulis “Bahkan sengat maut pun tak cukup ampuh untuk menandingi sengatannya”
Yups…waktu itu saya dalam fase zero position dalam hidup saya, dan I really2 meant this quote, “perasaan lonely and no hope “ sengatannya ternyata lebih mematikan, dan ga ada obat yang paling ampuh selain TRUE HOPE.
Tepatnya udah agak lupa, but sleepless night and tears droped became my best friend at that time And I need some years to recover and heal.
I think that my worst condition, I have no experienced to manage broken heart matter before, so it hited me very hardly.

images

Dalam kondisi itu, kalo di analisis ada 3 stage sampe akhirnya bener2 recover, and it needs time and patience.

1. Fase Denial

I exactly remember this feeling, when we decided to broke up, and we ended up our phone conversation * yeah..unlucky me, we did it by phone*. Abis itu cuma diam, hening…ga ada perasaan sedih, pengen nangis ato perasaan marah…sama sekali ga ada…bener2 no feeling.

Dan saya pun telpon temen saya…”aku kok ga tahu mo ngerasain apa ya?jadi takut sendiri”, dan temen saya ini bilang “Masih shock dan deny the truth kali…jalani aja”, dan sehabis nelpon itu ya tetep no feeling, cuman mo tidur itu ga bisa, kalo pun bisa kebangun2 terus, dan paginya berpikir ” Oh ternyata semalam mimpi buruk”.
Cara denialnya tiap orang beda-beda, ada yang seperti saya tadi…ada yang kayak temen saya, dia tetep biasa aja ke pacarnya, berasa ga putus, ada juga yang acting like nothing happen.
Waktu yang kita butuhkan buat denial ini beda-beda, tergantung tipe orangnya dan how important this thing to her/him.

Semakin cepet kita selesai dari tahap denial, semakin cepet juga kita ke next state and it means makin cepet recoverynya.

2. Fase Admit and Vulnerable

Baru setelah beberapa hari masa denial saya, saya nyadari dan mengakui kalo emg ini tuh happen, not only in my dream, dan dari situlahh tiba2 ada butterfly effect di perut, trus ada rasa nyeri yang sakit banget di hati,and ada something missing…kosoglahh dan dimulailah fase nangis2, gloomy day itu…yahhh kalo dikumpulin keknya udah banjir ini kosan.
Kalo buat saya, yaudah mau nangis ya nangis aja…toh itu sangat melegakan palingan bengkak2 matanya besok. Masa2 sleepless night, masa2nya bowed down to pray but you cant even said a single word and tears just fell down, looked like no hope, self pity, and like I owned all the world problem, and my confidence suddenly gone.

Saya tetep melakukan semua kerjaan saya di kantor seperti biasa, ato aktivitas saya yang lain, tapi ya kayak robot, no soul inside.
Dan ditambah lagi saya ini good drama player, layak dapat oscar karena acting saya yang luar biasa, jadi ga banyak orang yang nyadar apa yang saya rasakan, tetep kliatan happy senyum-senyum every where, padahal deep down in my heart it was really2 pain, yah paling orang-orang terdekat aja yang tahu.

Di tahap inilahh quote2 saya itu keluar, and I really2 meant it.
Saya itu punya maag, selama ini kambuhnya juarang bangetttt….tapi klo udah ngomongin hati, and broken heart langsung lah tertrigger, dan ga tanggung2…ga cuman ga doyan makan dan perih, tapi juga muntah2…apa yang masuk itu yang kluar…dan berat badan saya anjlok drastis.
Udah hati sakit, badan pun sakit…dan makin berat strugglingnya
Dukungan dan carenya temen-temen, komunitas itu sangat…sangat membantu, and be patience with yourself, dan the most important itu keep believe in God, keep believe that God love you and prepared the best things to you, and there is a hope for you.
Udah lupaa…berapa lama saya di tahap ini, tapi cukup lamalah…dalam hitungan bulan.

3. Fase Recovery
And then masa2 vulnerable selesai….walopun masih sedih, masih sakit hati but udah ada keinginan buat move on.
Pas itu seh kebetulan saya kenal dunia travelling dan temen2 yang easy going, and its so helpful. Jadi ya ga begitu berasa, soalnya kita sering travelling kemana2, ga sempet lagi mikirin yang begituan. Travelling yang awalnya dipake buat move on, jadi keterusan jadi hobby hehhehehe….
Masa recovery ini bukan berarti masa bebas air mata ya…ada2 waktu tertentu kita juga menye2 kok, misal pas lagi PMS, pas tiba2 liat sesuatu yang remind it to him and so on. But be patience with your self , surrender to God and times will help you to heal and recover.

Yupss…baru bisa share kejadian beberapa tahun lalu disini, yah buat menyemangati diri sendiri…kalo saya sudah pernah melewati masa sangat berat itu dan saya berhasil keluar hidup2 :p , and if someday i face another hurtful time, it doesnt mean that I am imune but I know i can manage it better and I still believe that it shall pass.