Belajar Berkata “CUKUP”

Akhirnya posting yang holy2 *evilgrin*

Sabtu kemaren dapat jadwal buat bawain renungan di Cool Dewasa Muda. Coolnya itu hari sabtu, tapi sampe hari kamis belum dapet ide mau share tentang apaan. Setelah blog walking, dan dengerin khotbah2nya pastor Jeffri akhirnya nemu juga.Okay, Let’s me share it here.Yang kemaren nanya, rangkuman sharing dishare dimana..here it is ^^


Judulnya : Belajar berkata “Cukup”

Yang namanya orang hidup pasti punya harapan dan target, right?
Tapi kadang kenyataan ga sesuai (jauh) dari harapan kita,
Dan jarak antara kenyataan dan pengharapan itu seringkali adalah kekecewaan

harapan kenyataan kekecewaan

Kalau ga mau kecewa,turunkan harapan, agar tidak ada jarak antara harapan dan kenyataan??? Hem…itu namanya meyerah…dan kita ga akan pernah mendapatkan yang terbaik

menurunkan standar harapan

menurunkan standar harapan

So, what should we do?

Biarkan harapan tetap pada tempatnya, ketika kenyataan masih jauh dari harapan, jangan jadikan jarak antara kenyataan dan harapan itu menjadi suatu kekecewaan. is this possible? ofcourse…. just try to say ENOUGH… maksud dari CUKUP ini, bukan berarti kita cepat berpuas diri, tapi…pada state apapun kita sekarang, cobalah buat terus bersyukur…tapi tetaplah fokuskan pandangan pada harapanmu.

harapan ucapansyukur kenyataan

harapan ucapansyukur kenyataan

Tapi belajar untuk berkata CUKUP itu bukan hal yang gampang, tapi juga bukan hal yang mustahil. Klo di bible,ada beberapa hal yang dibilang, tidak akan pernah bisa berkata cukup.

Biar ga dibilang sesat…ayatnya diambil dari Amsal 30:15-16

“Si lintah mempunyai dua anak perempuan: ‘Untukku!’ dan ‘Untukku!’ Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: ‘Cukup!’ Dunia orang mati, dan rahim yang mandul, dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: ‘Cukup!'”

Sempat kepikiran, kenapa yang dijadikan perumpaan lintah ya? kenapa ga sapi, apa lipan, apa kecoa gituh :p

Kalau yang pernah ditemplokin lintah pasti tahu, lintah itu hidupnya dari menyerap darah, mengambil sesuatu untuk dirinya sendiri.

Trus , kenapa kenapa nama anaknya dua-duanya dikasih nama “Untukku”, disini adalah penegasan,betapa rakusnya si lintah ini, pokoknya semuanya itu untukku dan untukku. Yah intinya simbol merasa tidak puas…

Okay, back to topic, ada 4 hal yang tidak akan pernah berkata cukup

1. Dunia orang mati

Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas (Amsal 27:20)

Mata itu ga akan pernah puas, ketika melihat sesuatu yang lebih baik sapa sih yang ga mau??

Misalnya :

-Yang udah punya istri nih, lihat cewek lain yang lebih cantik, masih aja pengen :p

– Ato mbak2 nih yang biasanaya jalan ke mall, niat nya cuma mau belanja sepatu,sambil numpang liat-liat apa yang dijual di mall itu dari ujung ke ujung eh pulang2 dari mall tentenganya macem-macem, dari sepatu, tas, sendal, jepit rambut, aksesoris gelang, kalung dll *curcol*

Ini bukan salahnya mata loh, Tuhan menciptakan mata dengan sangat baiknya, tapi kadang cara pandang kita akan sesuatu yang salah.

Cara pandang kita akan sesuatu itu menentukan kepuasan kita.Karena itu kita perlu menjaga mata untuk menikmati keindahan dari ciptaan TUHAN.

2. Rahim yang mandul

It’s talk about productivity Masih ingat tentang kisah Rachel yang mandul, dia cemburu pada Lea karena Lea telah melahirkan anak untuk Yakub, dan akan mengalami kecemburuan.

Kalau kita melihat keberhasilan orang lain,trus kita terpacu untuk berusaha lebih baik, itu bagus, tapi seringnya kecemburuan membuat kita tidak produktif adalah rasa cemburu.

Ketika kita merasa cemburu pada seseorang, entah karena dia promosi duluan, ato lebih kaya, lebih disukai banyak orang, lebih terkenal, gajinya lebih tinggi, lebih putih *jleb…sampe ke jantung :p*, seringnya kita malah jadi terlalu sibuk dan menghabiskan banyak tenaga cuma buat mikirin tentang dia, nyari salahnya dia, ato istilah kerennya stalker deh, dari FB , twitter, blog apa sekalian mengintai rumahnya kayak detektif2an.

If you’re in this condition, just say STOP and then focus to yourself Fokus pada diri sendiri ini maksudnya bukan selfish dan dont care yah, tapi maksudnya, It’s okay kalau orang lain lebih ini itu,fokus pada pengembangan diri sendiri dan target yang kita ingin capai.

Dimana-mana , rumput tetangga itu selalu terlihat lebih hijau, tapi who knows itu rumput asli apa imitasi😀

Menghindarkan diri dari kecemburuan membuat kita mampu lebih produktif

3. Bumi yang tidak pernah puas dengan air.

Tanah yang tandus tidak akan pernah bisa untuk ditanami(Yesaya 48:21-22)

Sampel ekstrim tempat yang ga bisa ditanami itu gurun pasir.

Gurun pasir itu disiram air segelas, airnya tetap meresap abis ke bawah, dikasih segayung juga gitu, dikasih seember juga gitu,segentong tetep gitu juga.

Karena saya udah bekerja, jadi sample gampangnay tentang gaji. misalnya neh, gaji 4 juta, sapa seh yang ga mau dikasih gaji 5 juta apa sekalian 10 juta :p #ngarep , pas kita punya gaji 4 juta, mungkin kita mikirnya, sekarang masih kurang nih, kalau gajiku udah 7 juta pasti udah ga kekurangan lagi deh.

Yakin? semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi juga pengeluaran, semakin banyak keinginan. Kepuasan itu bukan masalah besar gajinya, belum tentu orang yang gajinya 10 juta lebih merasa puas dibandingkan yagn bergaji 4 juta.

Kepuasaan itu ungkapan syukur dan belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada.

Belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada,dengan gaji yang kita miliki.Hindari hutang menghutang, dan berhikmatlah memakai kartu kredit *evilgrin*

4. Api

Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya(Amsal 27:21)

Ini tentang perkataan: kata-kata itu bisa seperti api, efeknya sulit untuk dipadamkan

1. Kata pujian dan penyemangat–> akan menimbulkan semangat dan bangkit, rasa berharga

2. Kata yang tidak membangun–>sakit hati, mematahkan semangat, dan pertengkaran, perselisihan

Mulutmu itu harimaumu, bijaksana dalam mengeluarkan setiap perkataan, karena seringkali efeknya (entah baik atau buruk) lebih besar dari yang kita pikirkan.

The last, belajar buat say enough dan mengucapsyukur dalam setiap state kehidupan adalah bentuk kepuasaan yang tidak ditentukan oleh parameter jumlah, tapi sikap hati

10 thoughts on “Belajar Berkata “CUKUP”

    • huakakakkaka……
      itu lagi waras….jarang2 kan aku waras nulis beginian ? ahahahhaha……
      aku lagi bijak bangetttt…diikutin dunk petuah2 ku pas lagi bijak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s