Jika aku menjadi…..(Menteri Pariwisata)

Beberapa hari ini kok kepikiran pengen jadi mentri paraiwisata.Maafkan pak Jero Wacik, bukannya pengen mengkudeta Anda, tapi sebatas keinginan sebagai anak bangsa yang pengen berbakti kepada negaranya, boleh dunk bermimpi jadi menteri pariwisata :p
Sebenarnya pengen jadi mentri pendidikan juga seh…tapi keknya jangan deh, kemampuan otak ga memenuhi syarat untuk merencanakan pendidikan anak bangsa :p
Cukup bercita-cita jadi guru aja, kalo tentang dunia pendidikan🙂
Seharusnya acara tipi “Jika aku menjadi…”itu, ga cuma tentang bagaimana rasanya menjadi orang susah. Tapi juga bisa aja dibuat gimana rasanya menjadi artis, menjadi manajer dan juga gimana rasanya menjadi mentri pariwisata.
Keknya bagus deh klo acara “Jika aku menjadi…” itu dibuat 2 versi, kalo menjadi yang susah2, pekerja kasar, atau yang perjuangannya berat banget hanya untuk sekedar hidup, itu bisa mengajari kita bagaimana kita melihat penderitaan orang lain, merasakan susahnya, sehingga kita mampu bersyukur terhadap keadaan kita sekarang.
Nah kalo mejadi manajer, ato pejabat ato menteri pariwisata, kita juga bisa belajar bagaimana sulitnya untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin yang yang harus mengambil keputusan yang menyangkut urusan banyak orang, yang tentunya ga mungkin nyenengin semua orang.Sehingga kita juga bisa belajar buat taat sama pemimpin, dan ga cuma ngemeng berkoar2 dibelakang dan cuma bisa nyalah-nyalahanin doang *kek yang nulis ini, beraninya cuma ngemeng di kandang sendiri :D*, tapi seorang pemimpin harus berintegritas juga seh
, back to topic kenapa pengen jadi menteri pariwisata?Pengen aja ikutan mengambangkan pariwisata Indonesia, yang sebenarnya bagus banget dan ga kalah sama negara laen, asalkan tahu bagaimana cara mengekspos dan memaintancenya.
Emg harus dengan cara jadi menteri pariwisata?ga juga seh, tapi pengen aja :p *ga meaning alasannya*
Berbekal sedikit pengalaman numpang pepotoan di negri orang, jadi keingat sama negeri sendiri.
Banyak negara sedang mengumandangkan untuk visit negaranya, termasuk Indonesia, setiap propinsi merancang slogan2 dan icon-icon tertentu untuk mewujudkannya.Juga event-event yang bisa menarik turis baik lokal maupun manca agar tertarik untuk mengunjungi daerahnya. 2 jempol buat usaha-usaha itu.

Visit Indonesia, Visit Makassar, Visit Lampung

Visit Indonesia, Visit Makassar, Visit Lampung

Sebagai seorang turis di negara orang, yang pertama dicari ketika nyampe di bandara adalah peta negara/wilayah yang dikunjungi, dan informasi2 tentang daerah itu.Misalnya saja tempat makan, hostel, hotel, dan tempat pariwisata di daerah itu.Sebagai orang yg bener2 ble’e tentang daerah itu, paling ga informasi2 itu bisa sedikit memberi ketenangan dan kemudahan buat turis.
Ehm….di Soekarno-Hatta ada ga yah? Tourist Information Center?at least bisa jadi tempat nanya buat para turis, paling ga bisa dipercaya lah. Soalnya kalo nanya sopir taksi apa pengelola bus, ujung-ujungnya palingan suruh naek bus apa taksinya*sign*. Informasi tentang peta dan jalur transportasi nya, yah klo jalur dan trayek metromini, kopaja terlalu ribet, paling ga ada jalur busway lah. Juga sekalian hostel atau hotel deket2 situ, juga tempat makan. Kesian juga loh, kalau sampe turis itu kena trap dari sopir taksi, bus, penjual…namanya turis kan pengen vacation, ini malah dirampok secara terselubung, turis belom tentu kaya loh..bisa aja orang bermodal pas2an yang pengen memiliki pengalaman melancong di negara tetangga #curcol
Klo Indonesia mencanangkan visit…..(nama propinsi) , harusnya ini juga diterapkan di semua bandara besar di tiap propinsi.

Eh ya satu lagi, kemaren pas dalam perjalan ke bandara LCCT-KL, kebetulan bareng sama bus tournya sana.Bus kita samping-sampingan jadi bisa cukup jelas melihat pemandangan di bus tetangga. Mbak-mbak itu sepertinya sedang menjelaskan sesuatu ke bule2 yang ada di dalamnya, menunjuk ke kiri dan ke kanan, ga tahu deh ngomong apaan.Kalo setahuku seh, yg kliatan menonjol di kunjungi di KL nya itu ya cuma Petronas, Pasar Seni…setahuku itu doang. Tapi buktinya, banyak yg mau ikut city tour, tergantung cara pengemasannya aja seh.Apalagi Indonesia yang punya banyak tempat Ok untuk dikunjungi di tiap wilayahnya…pasti bakal banyak yang tertarik.
Keknya seru juga kalo ada city tour *di Surabaya ada loh city tour, yang punya Sampoerna, tapi sayang pas ke Surabaya kemaren ga sempet nyoba, padahal gratis*
Misalnya Jakarta punya city tour, keliling-keliling tempat wisata di daerah Jakarta…kan banyak tuh tempat-tempat di Jakarta yang ok, kek monas, TMII, Ancol, Kota Tua dll…Klo bagi orang Indonesia tempat2 itu udah biasa banget, tapi klo buat turis itu kan wahhhh…..🙂
Tapi gimana caranya city tour tanpa macet yah
Eh, bsa pake jalur busway, trus pilih jam2 orang pada di kantor siang2, kan ga macet tuh🙂

Semoga makin maju pariwisata Indonesia, karena memang kita memiliki potensi wisata yang layak dibanggakan dan perlu dipelihara dan dilestarikan🙂 *nasionalis banget euy*

Yah demikian sedikit uneg-uneg dari mahasiswa yang lg ngerjain tugas ngodingnya tapi udah blank ga tahu mau diapain lg -_-,daripada tambah stres mending ngeblog aja😀

Untuk mentri pariwisata sekarang, Pak Jero Wacik, selamat berjuang untuk pariwisata Indonesia…saya mau lanjut ngoding dulu biar cepet lulus dan bisa memberi andil🙂
Tetep Love Indonesia deh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s