Wisata di Pontianak dan sekitarnya :)


Disana , kemaren sempat mengunjungi 2 tempat wisata

1. Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument

Apa istimewanya tugu itu? Tugu itu untuk menandainya garis khayal itu, dibangun sebuah Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument pada garis lintang nol derajat yang terletak di Siantan, sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Pontianak ke arah Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak.

Bumi diibaratkan dibagi menjadi dua bagian, yakni belahan utara dan belahan selatan. Dari pembagian itu, bisa dilihat, Kota Pontianak berada persis di tengah-tengah garis tersebut *masih nyantol dikit pelajaran geografi jaman2 SMP ^^*

Daya tarik Tugu ini pun terlihat pada sebuah peristiwa. Sebuah peristiwa yang lain dari biasanya , yaitu, saat terjadi kulminasi, yakni matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu bayangan tugu “menghilang” beberapa detik, meskipun diterpa sinar Matahari. Kita yang berdiri di sekitar tugu juga akan hilang bayangannya selama beberapa saat.


Titik kulminasi matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Setiap terjadi titik kulminasi, bayangan tugu dan benda-benda lain di sekitarnya menghilang beberapa saat. Ini menandakan bahwa tugu ini benar-benar berada di garis lintang nol derajat.

Sejarah penemuan titik nol ini di Pontianak?


dari sebuah catatan yang diperoleh pada tahun 1941. Disebutkan bahwa pada 31 Maret 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi internasional yang dipimpin seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda.

Ekspedisi ini merupakan sebuah perjalanan menuju Kota Pontianak untuk menentukan titik atau tonggak garis ekuator. Pada tahun 1928, berhasil dibangun tugu pertama berbentuk tonggak tanda panah. Tonggak itu kemudian disempurnakan tahun 1930.

Selain di atasnya ada tanda panah, juga ada lingkaran. Setelah itu, arsitek Silaban pada tahun 1938 melakukan penyempurnaan dan membangun tugu yang baru.

Tugu inilah yang kemudian bentuknya sangat terkenal di dunia. Bangunan itu terdiri dari empat buah tonggak atau tiang dari kayu belian atau kayu ulin (kayu langka khas Kalimantan). Masing-masing tonggak berdiameter 0,30 meter.

Dua tonggak bagian depan tingginya 3,05 meter dari permukaan tanah, sedangkan dua tonggak bagian belakang, tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah, tingginya 4,40 Diameter lingkaran yang bertuliskan “EUENAAR” 2,11 meter.


Panjang panah yang menunjuk arah lingkaran ekuator adalah 2,15 meter. Di bawah panah terdapat tulisan “109 derajat 20’0″OlvG” yang menunjukkan letak tugu itu
berdiri pada garis bujur timur.

2. Pantai Pasir Panjang

Kenapa dinamakan Pantai  Pasir Panjang? karena pantainya membentang panjang melengkungi laut lepas,  terletak di Kecamatan Tujuh Belas, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Biaya masuknya Rp 10.000/org, tapi karena kita mau mengunjungi villa milik salah seorang teman di area Pasir Panjang, so kita cuma bayar  Rp 5.000/org. Selama disana ga liat angkutan umum, dan mungkin emang ga ada. So cara untuk menuju kesana ya dengan kendaraan pribadi.

Pantainya memanjang, pasirnya seh tidak terlalu putih, tapi cukup lembut. Udah ada beberapa villa disana, orang jualan, yah sudah dibangun beberapa fasilitas disana, dan sering di pakai juga buat event-event tertentu kok.



Karena kita disana juga ga terlalu lama, jadi ga sempet explore pantainya dari ujung ke ujung, kita cuma maen air sama foto-foto *dasar narsis ^^*, ombaknya ternyata besar juga, atau pas kebetulan aja pas pasang ya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s