My Temperatur Life Cup

Mewujudkan salah satu resolusi tahun ini…
“Pengen bisa mengukur bagaimana setahunku di jalani”
Akhirnya nemu ide brilian *bisa dibilang ide iseng kurang kerjaan :p*, buat my temperatur life cup


What is this?

Jadi, namanya hidup pasti ada seneng, ada sedih, ada harapan, ada kegagalan, ada marah-marah, ada waktunya semangat, ada waktunya down, ada waktunya mewek, ada waktunya ngakak, ada waktunya hidup flat2 aja…
Jadi aku pengen melihat aja, dalam setahun itu bagaimana aku ngejalanin hidup….
Seberapa banyak aku bisa mensyukuri apa yg aku dapet…
Seberapa sering aku ngeluh ato ngedumel karena ini itu…
Seberapa berani aku punya harapan dan mewujudkannya pastinya…

Aku bagi jadi 3 kertas warna:
kertas biru : buat nulis semua hal (moment/event/feeling) yang dilihat dari cara pandang positif yang membuat kita bisa : bersyukur, happy, share with others, love, laugh,dan melihat hidup jadi lebih berwarna 🙂
kertas ijo  : buat nulis semua hal yg dialami, dirasakan , atau dipikirkan yang membuat kita jadi down, hurt, tears, sedih, no hope, egois and so on
kertas pink : nulis semua harapan2, rencana dan keinginan yang akan di realisasikan dalam waktu dekat ato panjang *melihat seberapa berani untuk membuat target2 dan harapan2 buat kedepannya*


Kalau setiap detail harus ditulis, keknya ga akan cukup cup ku, jadi, biasanya nulis something yang agak ga biasa. Tapi at least tiap hari ada 1 lah yang bisa ditulis.
As long as now…kertas biru masih paling banyak….*berarti hidupku ,masih “sehat”, temperaturnya masih terjaga normal*
Kalau tar yang ijo jadi lebih banyakkk….it’s means temperatur hidupku udah ga normal, di atas suhu normal…semoga ga sampe mendidih *cos bisa menyebabkan kejang2 , gila dan game over >,<* , itu alarm bahaya,dan tanda klo butuh “dokter” secepatnya buat menyetabilkannya ke kondisi “sehat”.
Nanti diakhir tahun, mari di hitung seberapa banyak kertas biru, ijo dan pink ku.Semoga kertas biru sama pink yang banyak *I wish :)*
Supaya  temperatur hidupku tetep normal 🙂


Advertisements

My Fave in jelo time

Lagi masa jejeloan di kantor….low job, ga ada krjaan , bener2 ga tahu mau ngapain…. >,< *magabu banget ga seh? udah gitu waktu berasa ngesot jalannya…luamaaaaa banget nungguin sore -_-*

Browsing udah ampe bosen mau browsing apa lagi….
kebanyakan browsing=uang di rekening jadi berkurang terus *apa hub? iyalah….lha wong browsingnya buka toko2 online :D*

Chating….tiap hari chating at least 5 windows di YM, belom yg single 😀

Youtubean…….cari pelem mahabarata ampe betty la fea udah……

Sebenarnya….mau negblog juga lagi males….tapi daripada, mengurangi tabungan di rekening terus menerus mending menggerakkan jari2 di tuts2 keyboard……

jadi klo tulisan yang sekarang ngawur…ya harap di maklumi aja ^^

Akhir2 ini….yang jadi beberapa hari ini cukup membantu menghabiskan waktu my fave :

1. Nonton tv series*klo yg ini nontonnya di kosan…*.…akhir2 ini lagi gandrung sama tv series yang udah ampe session 3 episode 13…tapi belom keluar lagi >,< *tapi keknya masih lama deh kluarnya*.Yang paling buat semangat nonton tv series yang ini tuh karena si mas ganteng ini 🙂 , my future prince neh….

Hayo2….tebak gambar…siapakah si mas ganteng ini? *yang bisa ngacung…*

2. Ngeyutube.….lagi seneng sama satu lagu…*gara2 ngopi play list nya pinkih, makanya terkontaminasi sama seleranya :p*

3. Chating…..

Chating sama sapa aja yg kliatan nganggur…ngobrolin TA , ngobrolin jaman2 kuliah, ngobrolin rencana masa depan, ngomongin belanjaan, ngomongin makanan, ngobrolin kris dayanti-raul lemos yang mau married, ngomongin smash,sinetron yg ga penting , ngobrolin gosip yang lagi beredar baik di kantor apa temen-temen kampus  juga :p

4. Blog walking

Seneng bacain blog orang saking jelonya…

Selain yang ada di blog roll ada juga blog2 laen

Ada beberapa blog: blognya bang andre , blognya cik lia , blognya cik shinta , ngerumpi, SFTH(lagi ngikutin yang sepasang kaos kaki hitam :D) and so on
Sebenarnya ada kerjaan yg penting seh, NGERJAIN  TA *di bold neh, biar ga terlupakan*, cuma lagi super duperrrrr   muaaaalessssss…., di kantor numpang browsing materi, belajar sama ngerjainya tar aja di kosan ngerjainnya , malessssss -_- *setiap inget TA, aku jadi ga napsu makan…tapi tetep napsu ngemil :p*

5 Days Precious Trip To Khatulistiwa

Akhirnya berkesempatan mengunjungi Pulau Borneo, tepatnya West Borneo, Pontianak.

25-29 November 2010,melewati  Pontianak-Singkawang-Serukam

Buatku itu bukan sekedar sebuah pengalaman baru, tapi juga sebuah perjalanan spiritual dan kemanusiaan yang membuat kita semakin memahami tentang kehidupan, tidak hanya sekedar berkutat tentang I , me , my self and mine *tumbenan bener ngomongnya :p*

Banyak hal yang pengen dibagikan dan diceritakan, tentang 5 hari yang sungguh aku syukuri bisa melewatinya.

1. Selayang pandang tentang Pontianak Singkawang and Serukam

2. Sinergi iman dan ilmu

3. Wisata di Pontianak

4. Tuhan tidak akan menuntut lebih dari yang Dia percayakan

5. The Calling

I wanna share it with others, not just mine. *cik Yanlie, finally selesai juga cerita ttg trip kita kemaren, maaf yah baru kelar sekarang heheheh…. maklum sok sibuk cik :p *

Selayang Pandang tentang Pontianak–Singkawang-Serukam


Pesawat mendarat di bandara Supandio , Pontianak, Kalimantan Barat, jam 8 pagi


Hem….bandaranya kecil, hanya dengan 2 line pengambilan bagasi, disana sudah banyak porter menunggu di line pengambilan bagasi, mereka sudah di booking untuk mengangkut barang-barang seseorang, biasanya kardus-kardus itu akan ditandai berbeda-beda sesuai pemiliknya, ada yang menandai dengan ikatan kain perca berwarna ungu, atau merah, atau biru. Dan para porter ini sepertinya sudah hapal , mereka harus mengangkut kardus dengan tanda apa. Akhirnya selesai juga nunggu barang di bagasi setelah ngantri cukup lama *huhfff……*.
Pontianak ga terlalu rame, paling ga kalo dibandingin sama Solo *hehehe..sombong :p*, masih ramean di Solo sepertinya.
Pas ngelewatin jalan-jalan di Pontianak, ada yang terasa janggal, waktu kita lewat itu cuacanya panas, matahari terik, tapi anehnya, dibeberapa tempat yang agak rendah,  menggenang air seperti habis hujan, halaman udah jadi kek kolam renang. Ternyata pada bulan seperti November dan Desember sungai Kapuas lagi pasang, itu yang membuat air menggenang dimana-mana. Hal seperti ini bukan lagi jadi hal aneh buat masyarakat di daerah sana, dan sudah menjadi tradisi, so mereka sudah mempersiapkan untuk antisipasinya, baik itu dengan membangun rumahnya model rumah panggung, atau dengan meninggikan lantai rumahnya.


Hal laen yang mencolok yaitu, masih banyak orang yang mandi di kali-kali kecil depan rumah mereka*sedikit parno kalo pas rumah mereka di pinggir jalan ^^*, airnya juga agak kecoklatan, karena memang disana tanahnya tanah gambut.


Dan disana panas, samalah seperti Jakarta. Oh ya, disana hanya ada satu mall gede, namanya Ayani Mega Mall.


OKE, then talk about Singkawang, sekitar 4-5 jam perjalanan dari Pontianak. Disana banyak klenteng, bisa dibilang kota seribu klenteng, karena memang banyak klenteng dari yang besar sampai yang kecil, ada sebuah tugu naga di perempatan jalan, yang dulu pernah menimbulkan konflik >,<


Kota Amoy dan China Town-nya Indonesia, karena mayoritas penduduknya (sekitar 70%) merupakan etnis Tionghoa


Then talk about Serukam, 1-1.5 jam perjalanan dari Singkawang. Untuk kesana harus melewati jalanan naik turun dengan belokan yang cukup tajam, dan gelap di malam hari, karena memang tidak ada lampu, tapi udah di aspal kok 🙂 . Sepanjang perjalanan kesana rumahnya jarang-jarang, ada kebun karet dan kelapa di sepanjang sisi kanan dan kiri jalan. Yah, Serukam memang ada di daerah terpencil, jauh dari perkotaan, dan tidak mudah untuk menuju kesana, alat transportasi juga sangat jarang. Karena memang daerah ini masih dikelilingi hutan.Tapi di daerah terpencil itu, ada sebuah rumah sakit swasta, yang untuk standart di daerah terpecil seperti itu, sudah sangat bagus. But ada history panjang dibalik berdirinya rumah sakit itu, ada sebuah komitmen, keteguhan hati , kerelaan untuk berbagi dan sebuah panggilan hidup.



Wisata di Pontianak dan sekitarnya :)


Disana , kemaren sempat mengunjungi 2 tempat wisata

1. Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument

Apa istimewanya tugu itu? Tugu itu untuk menandainya garis khayal itu, dibangun sebuah Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument pada garis lintang nol derajat yang terletak di Siantan, sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Pontianak ke arah Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak.

Bumi diibaratkan dibagi menjadi dua bagian, yakni belahan utara dan belahan selatan. Dari pembagian itu, bisa dilihat, Kota Pontianak berada persis di tengah-tengah garis tersebut *masih nyantol dikit pelajaran geografi jaman2 SMP ^^*

Daya tarik Tugu ini pun terlihat pada sebuah peristiwa. Sebuah peristiwa yang lain dari biasanya , yaitu, saat terjadi kulminasi, yakni matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu bayangan tugu “menghilang” beberapa detik, meskipun diterpa sinar Matahari. Kita yang berdiri di sekitar tugu juga akan hilang bayangannya selama beberapa saat.


Titik kulminasi matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Setiap terjadi titik kulminasi, bayangan tugu dan benda-benda lain di sekitarnya menghilang beberapa saat. Ini menandakan bahwa tugu ini benar-benar berada di garis lintang nol derajat.

Sejarah penemuan titik nol ini di Pontianak?


dari sebuah catatan yang diperoleh pada tahun 1941. Disebutkan bahwa pada 31 Maret 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi internasional yang dipimpin seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda.

Ekspedisi ini merupakan sebuah perjalanan menuju Kota Pontianak untuk menentukan titik atau tonggak garis ekuator. Pada tahun 1928, berhasil dibangun tugu pertama berbentuk tonggak tanda panah. Tonggak itu kemudian disempurnakan tahun 1930.

Selain di atasnya ada tanda panah, juga ada lingkaran. Setelah itu, arsitek Silaban pada tahun 1938 melakukan penyempurnaan dan membangun tugu yang baru.

Tugu inilah yang kemudian bentuknya sangat terkenal di dunia. Bangunan itu terdiri dari empat buah tonggak atau tiang dari kayu belian atau kayu ulin (kayu langka khas Kalimantan). Masing-masing tonggak berdiameter 0,30 meter.

Dua tonggak bagian depan tingginya 3,05 meter dari permukaan tanah, sedangkan dua tonggak bagian belakang, tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah, tingginya 4,40 Diameter lingkaran yang bertuliskan “EUENAAR” 2,11 meter.


Panjang panah yang menunjuk arah lingkaran ekuator adalah 2,15 meter. Di bawah panah terdapat tulisan “109 derajat 20’0″OlvG” yang menunjukkan letak tugu itu
berdiri pada garis bujur timur.

2. Pantai Pasir Panjang

Kenapa dinamakan Pantai  Pasir Panjang? karena pantainya membentang panjang melengkungi laut lepas,  terletak di Kecamatan Tujuh Belas, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Biaya masuknya Rp 10.000/org, tapi karena kita mau mengunjungi villa milik salah seorang teman di area Pasir Panjang, so kita cuma bayar  Rp 5.000/org. Selama disana ga liat angkutan umum, dan mungkin emang ga ada. So cara untuk menuju kesana ya dengan kendaraan pribadi.

Pantainya memanjang, pasirnya seh tidak terlalu putih, tapi cukup lembut. Udah ada beberapa villa disana, orang jualan, yah sudah dibangun beberapa fasilitas disana, dan sering di pakai juga buat event-event tertentu kok.



Karena kita disana juga ga terlalu lama, jadi ga sempet explore pantainya dari ujung ke ujung, kita cuma maen air sama foto-foto *dasar narsis ^^*, ombaknya ternyata besar juga, atau pas kebetulan aja pas pasang ya?


The Calling

Entah, aku sendiri ga bisa menjelaskan definisi dari kata panggilan hidup (The Calling), yang ku tahu panggilah hidup setiap orang adalah for God to be glory, but which way we have to choose to realease it?

Tiap orang punya panggilannya masing2, ada yang jadi guru, jadi dokter, jadi perawat, jadi pendeta, jadi full timer and so on

Tiap orang punya panggilan hidupnya masing-masing dimana dia akan mengabdi dan konsen. And sometimes we couldnt predict where we belong to follow our calling. Demikian juga, awal perintisan Rumah Sakit Bethesda ini, siap yang mampu menduga akan ada rumah sakit di tengah hutan, jauh dari peradaban?

Dan, coba pikirkan, sapa yang dengan rela hati masuk ke hutan, harus berhadapan dengan suku pedalaman yang masih kental dengan unsur-unusr mistis, tidak ada fasilitas, tidak ada jaminan keselamatan bisa keluar hidup-hidup dari hutan.

BUT….

Ada keluarga di belahan dunia sana yang panggilan hidupnya adalah untuk Borneo, pulau yang mereka sendiri tidak tahu itu berada dimana? Bagaimana keadaannya? Seperti apa orang-orangnya?

Yeah,keluarga missionaris dari Amerika. Seharusnya mereka akan ditugaskan ke Afrika, but karena disana sedang terjadi pemberontakan dan keadaan sedang tidak aman, so mereka dialihkan ke Borneo , Indonesia.

Pada Februari  1964 akhirnya mendapat ijin untuk praktek dan tinggal di Indonesia,setelah sebelumnya ditolak permohonannya, karena Amerika mendapat citra yang buruk waktu itu karena politik Indonesia berkiblat ke China dan Rusia.

“Trima kasih , Tuhan….Jalan mulai terbuka…”, bisik istri saya dalam doa dengan tangis dan suara yang tertahan sukacita yang penuh gelora. Kami berdua bertatapan lama, sebelum air mata bahagia kami tumpah. Keajaiban selalau seperti air yang mengalir mencari jalannya sendiri. Kita manusia terkadang merancang dengan amat congkak aliran ait itu. Dan kelak kita sadar, bahwa kita tak cukup mampu melakukan itu. Keajaiban adalah tangan Tuhan yang mampu bekerja sendiri tanpa campur tangan kita yang serba terbatas *dikutip dari buku Dalam Mujizat Tuhan page 15*

Memulai dengan mempelajari bahasa Indonesia beberapa lama, kemudian masuk ke Kalimantan, berhadapan dengan pemerintah. Masuk ke hutan dan suku pedalaman yang masih terikat  perdukunan yg sudah mengakar, dan tidak mengenal praktek kesehatan. Dengan standart hidup baik ekonomi maupun kesehatan yang rendah, angka kematian ibu melahirkan dan bayinya yang dilahirkan cukup tinggi, karena penanganan yang tidak tepat. Dan kepercayaan terhadap roh2 nenek moyang dan benda-benda yang sangat mengakar dalam kehidupan mereka. Penolakan terhadap budaya baru dan juga praktek kesehatan. Dan tetap tinggal ketika ada kerusuhan antar suku dayak-madura, untuk membantu mereka yang terluka walopun memungkinkan untuk kehilangan nyawanya kapan saja, pemulangan ke negeri asal oleh pemerintah, sulitnya ijin praktek di Indonesia. Itu sedikit tentang perjuangan mereka…dan masih panjang perjuangan itu, hingga sekarang berdirilah RSUB Bethesda di Serukam, di daerah yang jauh dari peradaban.*kalo ada yang mau baca kisah lengkapnya, aku punya bukunya judulnya Dalam Mujizat Tuhan, buku ini dibuat untuk memperingati 45 tahun pelayanan keluarga misionaris ini, ga dijual di toko buku*

Yups….sebuah pengorbanan yg tidak sedikit dan tidak singkat, namun dijalani dengan sepenuh hati. Itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah panggilan. Dan suatu keberuntungan buat kami, ketika kami kesana kemaren kami masih bisa bertemu dengan mereka yang lebih akrab kami panggil opa dan oma. *Thanx God buat kesempatan bertemu orang-orang luar biasa seperti mereka*


Sekarang opa sama oma udah berusia 70 something lah, but mereka masih mengabdikan hidup buat borneo, khususnya serukam dan daerah pedalaman di sekitarnya.

[OOT] Oma sama opa, walopun udah tua romantis banget deh.jadi kejadiannya pas kita lagi sarapan di restoran.

opa: Tadi oma pesan apa?

oma: Sepertinya oma tadi pesan roti bakar keju dan susu. Tapi kenapa tidak ada susunya, cuma keju saja

opa: oma tidak perlu pakai susu, oma sudah manis

oma: *senyum malu* argh…opa ini bisa saja *sambil nyubit opa ^^*

*aih mesra sekali oma sama opa ini :D*



Sinergi Iman dan Ilmu

Sometimes Iman dan ilmu jadi 2 hal yang terasa sangat bertentangan satu dengan yang lain dalam pengaplikasiannya.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yg tidak/ belom kita lihat

Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya *Based on wikipedia*

So,2 hal ini terlihat nampak bertolak belakang.mungkin contoh ekstrimnya seperti ini:
Iman : Yah percaya aja, tar Tuhan pasti tolong kok.
Ilmu : Harus ada buktinya, baru percaya.

But, iman dan ilmu itu bukan 2 hal yang saling berlawanan,dan perlu dipertentangkan.Keduanya saling melengkapi.Ada bagian2 dalam hidup yang memang harus dikerjakan dengan dasar ilmu, dengan pembuktian dan fakta. But sampai batasan tertentu, yang kita tidak mampu jangkau…maka iman adalah hal yg mampu menyelamatkanmu.

Misalnya:Keberadaan Tuhan itu masuk akal, namun tidak hanya masuk akal tapi juga melampaui akal, melampaui apa yg dapat kita cerna, melampaui dari apa yg mampu kita lihat dan jelaskan. Disaat yang demikian, pakailah imanmu.

Di Bible dibilang “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” (Yakobus 2:26)
So, wujudkan apa yg kamu imani dengan perbuatanmu

And lucky Iam,  kemaren kita diberi kesempatan untuk menshare kan sedikit apa yg kita bisa.Kita buat pelatihan open office buat para staff rumah sakit yang jarang/ga pernah pegang komputer ,awam bangetlah ttg komputer. Open office itu semacam Microsoft office. Bedanya ini open source dan gratis, adan as long as now jarang kena virus.

Kenapa memakai open office?
Yah, sebagai RS swasta yang mandiri, tanpa ada bantuan dari pemerintah dengan misi membantu orang-orang di sekitar pasti ada keterbatasan dana, dan pengalokasian dana untuk hal2 yg lebih penting. So? klo untuk kegiatan administrasi bisa make yg gratis , kenapa harus memakai software yang harus bayar lisensi yang tentu saja sangat mahal?
Dananya akan lebih bermanfaat kalo digunakan untuk membeli peralatan yang mendukung kegiatan rumah sakit dan para pasien, atau mungkin juga alat2 operasi.

Bukan hal yg gampang ngajarin para staff ini, yang untuk mengetik aja mereka masih kesusahan, apalagi harus memakai aplikasi baru, yang berbeda dengan yang biasa dipakai.
Huhf…butuh kesabaran extra…alon-alon waton kelakon deh intinya….
But it’s okay, selama seharian kita berkutat dengan open office.
Secara garis besar, Open Office itu hampir sama kayak Microsoft Office, dengan sedikit tampilan yang berbeda.
Kalo mau compare2in antara Open Office dan Microsoft Office, gini neh:
[Open Office]Math : Microsoft Equation Editor
[Open Office]Draw : Coreldraw
[Open Office]Calc : Microsoft Excel
[Open Office]Base : Microsoft Access
[Open Office]Writer Microsoft: Microsoft Word
[Open Office]Impress: Microsoft Power Point

Trus juga share tentang cara make komputer dan internet sama anak2 asrama di Singkawang. Jadi anak2 ini berasal dari daerah2 terpencil di sekitar Singkawang. Mereka ke Singkawang buat sekolah *rata2 masih pada SMP apa SMA* soalnya di daerah mereka ga ada sekolahan SMP apa SMA, makanya mereka ke Singkawang. Nah asrama ini sengaja di bangun buat bantuin mereka, biar mereka punya tempat tinggal dan ada yang mengawasi. Tahulah pergaulan anak sekarang kalo nggak diawasin. Yah dengan asrama ini , paling ga ortu mereka merasa sedikit tenang, dan pengeluarn mereka ga terlalu besar, soalnya walopun bayar, tapi murah banget bayarnya.

Kami juga belajarnya dadakan kok, beberapa hari sebelom berangkat ke Pontianak.Sebenarnya ini bukan pengatahuan yang wah…dan aku yakin semuanya kita pasti bisa. But, dari sedikit apa yang kita bisa, klo itu bisa disharekan sama orang laen, dan bisa blessed others, why not we shared it, even just little thing?

Iman dan ilmu akan selalu jadi bagian hidup kita,bukan untuk dipertentangkan tapi perlu disinergikan,sehingga saling melengkapi dan be blessed for your self and others:)