Unconditional Love

14 Februari 2011

*karena kata orang ini hari penuh cinta, lets we talk about love *



Happy Valentine

dear all(buat semua orang,  ga peduli yang staus FB nya married, single, inrelationship ato complicated….)

Kalo kita ngeliat history dari Valentine itu, pasti ribet, karena macem2 versinya. Ada yang pro dan kontra, oke no matter what you think about it.Bagi banyak orang, Valentine itu moment buat mengekpresikan rasa kasihnya, apalagi buat mereka yang susah buat mengekspresikan rasa kasihnya atau gengsi, at least ada alesan deh.Tinggal bilang “Kan Valentine :)”. Valentine identik sama coklat, bunga dan kado…Yah bersyukurlah yang dapet coklat, bunga, ato kado…
But yang ga dapet, ga harus sedih juga seh….like me*padahal dalam hati pengen nangis guling2 :(*
Kalo mau coklat kan bisa beli sendiri…apa tukeran deh sama temen…🙂 *tragis  :D*

Akhir2 ini banyak baca dari blog temen, pas browsing ato sekedar selebaran tentang UNCONDITIONAL LOVE


ada sedikit kisah dari blog tentangga Robertson McQuilken.

Robertson McQuilken adalah orang yang setia dengan janjinya. Pada waktu kecil ia memiliki cita-cita untuk menjadi presiden dari Columbia Bible College di Columbia, South Carolina. Ia sangat mengagumi ayahnya yang menduduki posisi tersebut pada waktu itu.

Cita-cita McQuilken akhirnya tercapai. Ia menjadi presiden dari Columbia Bible College yang sangat sukses. Pada suatu hari, isterinya menderita Alzheimer (penyakit pikun). Penyakit ini membuat isterinya kehilangan ingatan sehingga ia tidak mengenali suaminya lagi. McQuilken akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi impiannya untuk merawat isterinya. Ada yang mengkritik dan berpendapat bahwa sebenarnya banyak orang yang dapat merawat isterinya, tetapi tidak banyak yang dapat menjabat presiden sesukses dia. Apalagi isterinya juga sudah tidak dapat mengenali McQuilken lagi. Ada juga yang mengkritik bahwa McQuilken telah meninggalkan panggilan Tuhan.

Jawaban McQuilken amat mengagumkan. Terhadap kritik yang pertama ia berkata bahwa yang penting ia masih mengenali isterinya dan walaupun isterinya lupa, ia tetap wanita yang menarik seperti pada waktu mereka menikah. Terhadap kritik yang kedua ia berkata, “Ada satu hal yang lebih penting dari sekedar panggilan, dan itu adalah sebuah janji. Saya sudah berjanji kepada kepada isteri saya tercinta untuk terus setia mendampinginya sampai maut memisahkan kami.”

Ditambah kisah dari kisah di Kick Andy




Sometimes, kita bisa say “
I LOVE U“, with certain condition.
Misalnya aja,
I Luph U because:
– kamu ganteng/cantik ga malu2in di buat diajak ke pesta
– kamu kaya, bisa beli yarris merah *ops…obsesi pribadi*
– kamu ga cacat
– kamu romantis
– kamu lucu
– kamu …..
(di lanjutkan sendiri aja listnya)

Buat yang anak Informatika,yang doyan ngoding, yg ngertinya bahasa2 komputer, kurang lebih klo dibuat di code jadi gini:

public void main ReasonILoveU()
{
if ((you==ganteng||cantik)&&(you==kaya)&&(you==ga cacat)&&(you==romantis))
println (“I LOVE YOU”);
else
println (“I THINK, I NOT REALLY LOVE YOU”)
}

*keknya klo dicompile error deh :p*

But I think, we need to learn how to have unconditional Love?

Love him/her:

Ketika dia sudah ga kliatan cantik/ganteng seperti sebelumnya
Badan udah melar kemana-mana, ga kayak gitar spanyol lagi, ato udah ga ada bentuk2 sixpacknya lagi….bantalan lemak.
Muka udah mengkerut dan keriput, ga kayak agnes monika atopun christian sugiono lagi.
Rambut udah mulai dipenuhi uban dan rontok.

Just try to LOVE somebody WITHOUT IF, UNCONDITIONAL.
In healthy and sickness, in good and bad times, in rich and poor

*jadi inget janji pernikahannya kakak sepupuku…*

6 thoughts on “Unconditional Love

    • wakakakak……
      iku bahasa indonesia yang baik dan benar😀
      bahasa jawa iku ribet….
      mari kita budayakan berbahasa nasional😀 *alesan ;;)*

  1. kenapa baca blogmu jadi malah dejavu ama ‘diari’ku ya *ga dipublish, ditulis di kertas, dan entah sekarang dimana* wkwkwkwkwkwk

    ayo tere, pertama2 coba jadikan aku objek unconditional love mu.. aku tahu sih kamu sayang, tapi jangan karena aku karna aku cantik, pinter, baik hati, tidak sombong, dll dll *hoek cuihh*..

    *nyampah di blog orang*

    • hari gini masih nyatet diary di kertas?
      hemmm…curiga gaptek neh :p
      busettt deh……
      aku udah unconditional love samamu mbak….
      udah km ga punya apa2, aku masih mau jadi temen :p hihihii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s