Percakapan Hati dan Pikiran


Hati…
Sebuah keyakinan yang entah darimana munculnya?
Sebuah harapan yang entah darimana dia datang?

Pikiran…
Lihat apa yang terjadi dan itulah kenyataan…reality
Jangan bermimpi dan hadapi apa yang ada di hadapanmu

Pernah ga sich kita meyakini sesuatu itu akan terjadi , sekalipun reality yang sekarang kita hadapi ga menunjukkan tanda-tanda kalau hal itu akan terjadi?
Berharap untuk sesuatu itu jadi nyata sekalipun  sudah ditunggu bertahun-tahun namun belum ada juga jawabannya?

Pikiran mencoba menolaknya…
Tapi hati tetap meyakini…

Ketika pikiran mencoba meyakinkan hati bahwa semua itu imposible, ga mungkin, ga real dan hanya tipuan perasaan saja.

Tapi hati tetap tidak bergeming, jauh disana…didalam sebuah ruang yg terkunci rapat…dia menyimpan harapannya, impiannya dan keyakinannya itu…bahkan waktu pun tak mampu membuatnya berkarat.
Terlalu rapat sehingga pikiran pun tak mampu untuk membukanya dan memcabik-cabiknya menjadi serpihan-serpihan.

Entah kekuatan yang datangnya darimana yang mampu menguatkannya melalui himpitan-himpitan.
Entah keteguhan hati seperti apa yang memampukannya untuk memelihara secuil harapan itu agar tetap hidup.

Setiap detik, setiap menit, setiap situasi yang membuatnya jatuh, setiap keadaan yang mengharuskannya meneteskan air mata, dan setiap keadaan yang membuatnya ragu….Pikiran mulai menggodanya untuk menyerahkan kunci ruangan yang terkunci rapat itu…agar dia bisa mencabik-cabik secuil harapan dan keyakinan yang tersimpan disana.
Seiring berjalannya waktu….dari kehari…terus seperti itu.

“kenapa kamu begitu ingin mencabik-cabik secuil harapan dan keyakinan ku itu?tidak kah ada sedikit rasa kasihanmu untukku?cuma itu satu-satunya harta paling berharga yang ku miliki”, tanya hati kepada pikiran dengan mengiba.

“aku begitu sayang, bahkan terlalu sayang, sehingga aku melakukan ini. Aku tidak bisa membiarkanmu terus berpegang pada harapan yang semu dan ga mungkin, aku ingin kamu melihat reality, dan tidak tinggal pada harapan yang menyesatkanmu”, kata pikiran dengan tegas.

“Sebenarnya kalau aku bisa, aku juga ingin melakukan seperti yang kamu katakan dan inginkan, aku pernah berusaha membunuh secuil harapan dan keyakinan itu…dia hampir mati, dia berteriak dan aku berpaling berjalan menjauh darinya…dia terus memanggil-manggilku…aku menguatkan hatiku untuk tidak menoleh…terus berjalan tanpa memperdulikan dia, atau lebih tepatnya pura-pura tidak peduli…dia pun semakin keras berteriak dengan seluruh daya yang dia miliki…aku terus berjalan dan mencoba menguatkan hati, tapi ada sesuatu mengusik hatiku dan membuatku benar-benar tidak mampu lagi untuk berpura-pura tidak peduli…aku kembali kepada secuil harapan dan keyakinanku…hampir mati, namun belum.  Terus dipelihara dan berjanji untuk terus menjaganya…walaupun hanya secuil..tak apalah…Paling tidak aku memiliki harta berharga yang membuatku punya alasan untuk berjuang. Sebegitu bencinyakah kamu terhdapah harapan itu?”, jawab hati dengan berurai air mata.

“Dulu pernah aku percaya, dia membuaiku dengan impian-impian tapi ternyata dia menghancurkanku diam-diam…dan aku berjanji tidak akan pernah mempercayainya lagi…sama sekali tidak, dan aku berharap kamu melakukan hal yang sama karena aku tidak ingin kamu mengalami luka menyakitkan seperti yang aku alami saudaraku”, papar pikiran.

Sekali lagi maafkan aku…tapi aku ga bisa, aku akan terus memelihara dan menjaganya. Jujur aku sendiri tidak mengerti keyakinan seperti apa yang ada di hatiku…ada kekuatan yang tidak bisa ku mengerti yang membuatku terus memelihara harapan itu. Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi aku bisa merasakannya”, ungkap hati.

“Aku sudah mengingatkan, tapi aku tidak bisa memaksamu lagi, kamu bebas memutuskan apa pun dalam hidupmu, tapi setiap keputusan ada konsekuensinya…kamu harus siap menerima hal terbaik dan terburuk hasil dari keputusanmu”, kata pikiran sambil pergi berlalu meninggalkan hati.

“Ya, aku mengerti..dan aku sudah siap menerima konsekuensinya…apapun itu”, jawab hati didalam hatinya.

PS:

Terkadang, walaupun di tubuh yang sama, hati dan pikiran itu ga matching…berjalan ke arah yang saling berlawanan T.T

4 thoughts on “Percakapan Hati dan Pikiran

  1. heart n mind… i’d rather say.. they’re conflicted not to bumps each other… they’re not going in a different directions… they’re just balancing.. ^^

    heart is sometimes out of control, made it become a some kind of lust that could lead us to a wrong path, while it’s heart job to control the heart itself😉

    and the mind. she’s sometimes being too stubborn and realistic and never realize we’re living the world mixed of reality and some unknown unexplained undescribable things, we called the x things. and it’s heart job to sometimes lower the mind ego… to get rest from thinking n might have a lil fool yet comforting thing, we called “feeling”.

    #ngemengepesehelly hehehe😀 nice writing anyway sist ^^

    lanjutkaaannn ter.. bisa nih dimasukin ke bukumu ^^

  2. arigatoooo…..

    wakakkaka…panjang bener ly…..
    keknya commenmu bisa dijadiin satu postingan hahahaha…

    but , bener juga ly..apa yg km bilang😀
    hehehe……

    *sebenarnya aku juga ga tahu nulis apaan wakakakka…*

    • yaudah isi aja…
      itu kan blogmu
      jadi ya suka2mu aja mau ngisi apaan
      hobby, cita2…cerita konyol
      ato apalah yg penting km suka…😀
      selamat menulis yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s