Terinspirasi dari chatingan dengan seorang temen.
Dihari yang biasa, waktu yang biasa, chatingan seperti biasa, kerjaan seperti biasa, bahasan yang seperti biasanya, klo ga kerjaan, travelling, tiket murah, online shopping ato berita2 ga meaning laennya :p
Kok ya ndilalah entah gimana ceritanya, tiba2 cerita…
Kalo abis di chatingin temen, temennya itu cewek sedang melanjutkan study s2 nya, tapi cowoknya ngajakin nikah, dan si embak ini bingung…*mungkin pengen selesein S2nya, dan menggapai mimpi2 laennya #sotoy*
akhirnya temenku yang(tumbenan) wise ini bilang : “kadang kita cuma butuh “hidup normal”, menikah, punya keluarga…dst” *lupa kata2 tepatnya…tapi ya sekitar itu lah*
Awal chat, ngakak2 denger kata2 itu, tumbenan wise bener si embak ini #nomantion :p
Cos biasanya obrolan kita itu “ga meaning”, ga nyangka aja bisa ngasih saran yang “meaning” gitu, bisa jadi keajaiban dunia ke 8 ini :p
Tapi entah gimana ceritanya, pas lagi bermellow2 gini, tiba2 terngiang2 obrolan kemaren :p
Setelah dipikir2 bener juga, ada waktunya kita berada di kondisi pengen ngejar semua impian kita,, misalnya aja pengen ngejar karir di kantor ampe jadi manajer, pengen travelling keliling dunia,pengen punya properti rumah, mobil, emas, saham; pengen selesein kuliah sampe eSTe, SS, SSS dan juga ambisi-ambisi pribadi laennya. bisa dimaklumi seh, namanya juga hidup cuma satu kali, kapan lagi klo ga sekarang?
Tapi akan ada waktunya, kita berada di suatu titik tertentu, dimana kita hanya berharap bisa “hidup normal”.Menikah, punya anak, keluarga kecil yang bahagia, dengan rumah sederhana yang nyaman, dan impian-impian sederhana lainnya, dst…
Ga bisa ditentukan atau disamaratakan ke semua orang, kapan waktu itu akan kita temui?karena pasti beda-beda.
Kapan waktunya, kita sudah mulai merasa puas dengan pencapain pribadi kita atau malah kapan kita mulai bosan terus menggapai mimpi-mimpi besar kita yang ga kunjung kesampean itu?
Entah kapan waktunya, jalani saja, tapi akan ada masanya kita bilang “Enough!!” buat semua ambisi-ambisi pribadi kita itu, dan kita hanya menginginkan “hidup normal”,
Kapan ya, aku bakal berada disituasi pengen “hidup normal” yah?#think






